Ketika ku berbicara, aku bisu Ketika ku mengucap kata panjang lebar, aku mati Ketika ku menguntai kata, semuanya seperti pecah tak berguna Ketika ku mencoba menerangkan, semuanya seperti sia-sia tak bermanfaat Ketika ku diam, aku resah Ketika ku memendam, rasanya seperti ingin meledak Namun ketika ku mencoba menulis, aku hidup Bersama dengan rangkaian kata yang terukir Aku merasa ada Seperti alunan lagu yang mengalir secara sederhana dan apa adanya, Aku dapat mencurahkan segalanya Jangan biarkan aku lelah menulis, Karena disini, aku bernyawa @nidyaaw- Bandung, 25 Oktober 2012
Assalamu'alaikum...
lagi banyak masalah nih, hahaha.
saking banyaknya jadi bingung mau cerita apa.
minta doanya aja ya ceman ceman biar masalahnya beres.
dan bisa dapet jalan keluar yang sebaik-baiknya.
saya percaya ko masalah bisa bikin kedewasaan, kebijakan, kematangan pikiran satu langkah lebih baik dari sebelumnya.
aamiin...
semoga...
sekian aja.
Wassalamu'alaikum :)
Senin, 08-10-2012 kemarin temen
gue Annisa Rachman menginjakkan langkah kakinya di usia yang ke 17. Nah, dari
kemarin-kemarin Nissa emang udah ngajakin beberapa temen sekelas buat pergi
makan di Pizza Hut Istana Plaza. Dan akhirnya, pulang sekolah kita langsung
cabut ke sana. Jadinya yang ikutan makan tuh ada banyakan deh. Ada gue, Nissa,
Nafta, Farras, Novia, Siska, Bocah, Jeremy, Dziban, Fauzan, Ellen, Trimay,
Nurliani, Nida sama Septian.
Sabtu, 06 Oktober 2012
anak IPA 1 kebagian main futsal perdana nih, pas jam 12.00. Nah, beberapa anak
cewek termaksud gue, ikutan dateng ke SARAGA (Sasana Olahraga Ganesha) buat
jadi supporter.
Nah, beres pertandingan, gue
ngajak Nailil buat shalat di Salman. Awalnya gue ngajak naik angkot, tapi
karena pengen hemat, akhirnya kita memutuskan buat jalan kaki. Eh, di jalan
kita ketemu Widi yang baru aja dateng buat nyemangatin futsal juga, tapi malah
telat datengnya. Akhirnya dia memutuskan buat ikut ke Salman juga.
Singkat cerita, beres dari
Salman kita sempet nemenin Widi makan di Hayam Cola, terus Nailil tiba-tiba
ngajak buat main sepeda (jadi dulu gue pernah nyerita ke Nailil kalau di Jalan
Ganeca itu ada sewa sepeda bayarnya 3000/jam). Yaudah, kita memutuskan buat
pergi ke SARAGA lagi pake sepeda.
Hahaha, sebenernya kalau dari endingnya, gue udah tau nasib si Kugy dan si Keenan bakal berakhir seperti apa. ssstt... tapi itu kan versi novel. dan versi filmnya nggak kalah menarik dari novelnya!
Jadi penasaran aja gimana akhir film ini dalam bentuk visualnya. Apalagi pemeran Keenan nya Adipati yang bener-bener bikin waw dengan wajah blasterannya. hap hap hap...
target minggu ini gue bisa nonton film ini. dan siap-siap terhanyut bersama ceritanya :)
" Allah itu telah mengatur siklus rezeki kehidupan manusia begitu kompleks dan terinci tanpa ada sedikitpun benang kusut dalam prosesnya. setiap orang memiliki rezeki masing masing yang pantas dan layak untuk dimiliki oleh berbagai individu. lalu, apa yang menyebabkan kita harus iri dan dengki pada rezeki orang? toh disaat yang tepat nanti rezeki kita itu akan datang dengan sendirinya tanpa kita minta :) "